Senin, 04 Maret 2013

Gubernur Berharap LPPD Jatim 2011 Jadi Nomor Satu Di Indonesia

Gubernur Jatim H Soekarwo (Pakde Karwo) usai memberikan Paparan kepada Tim Nasional EKPPD 2012 Terhadap LPPD 2011 di Gedung Negara Grahadi


Pemerintah Provinsi Jatim berharap  Laporan Penyelenggara Pemerintah Daerah (LPPD) Jatim 2011 mendapatkan nomor satu di Indonesia seperti LPPD pada 2010.

Gubernur Jatim H Soekarwo (Pakde Karwo) usai memberikan Paparan kepada Tim Nasional EKPPD 2012 Terhadap LPPD 2011 di Gedung Negara Grahadi, Selasa (5/3) mengatakan, jika harapan Jatim LPPD 2011 menjadi nomor satu lagi seperti tahun sebelumnya maka PeMprov Jatim akan mendapatkan emas dua kali berturut turut.

Pada 2009 LPPD Jatim hanya nomor 7 waktu itu nomor satunya Sulawesi Utara, disusul Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Tetapi pada 2010 Jatim meloncat menjadi nomor satu, disusul Jateng dan Sulawesi Selatan. LPPD 2011 jumlahnya ada 138 variabel kinerja seluruhnya, seperti daya saing, pelayanan, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan pengangguran. Tim penilainya 10 lembaga yang dikoordinasi oleh BPKP. Pada masa Orde Baru LPPD dinamakan Parasamya Karyapurnanugraha.

Menurut Pakde Karwo, sebenarnya Prov Jatim dari segi non kamensen sudah mendapat nomor satu tinggal kamensen atau mengecek stake holder dilapangan secara langsung kepada masyarakat. Apakah laporan dengan yang di lapangan telah sesuai apa tidak. Tim akan menanyakan secara langsung kepada masyarakat, antara lain seperti gizi buruk, kematian bayi dan ibu melahirkan.

Ketua Tim Nasional Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah  2012, Kasminto, mengatakan, latar belakang kunjungannya ke Jatim, adalah bahwa kegiatan peninjauan lapangan merupakan bagian dari pelaksanaan evaluasi kinerja penyelanggaran pemerintah daerah seperti diantur dalan pasal 60 PP 6 Tahun 2008 Tentang pedoman epaluasi penelenggaraan pemerintah daerah. Bahwa pelaksanaan EKPPD yang dilakukan diawali dengan menggunakan metode dest epaluasi berdasarkan data, dokumen, laporan penyelenggaraan pemerintah daerah 2011 yang telah diserahkan pada akhir Maret setiap tahunnya.Bahwa hasil kelenggkapan EKPPD terhadap LPPD pada 2011 perlu dilakukan pengamatan pisik secara langsung melalui peninjauan lapamngan (kamensen) agar mendapatkan epaluasi yang obyektif dan akuntabel.

Diinformasikan bahwa EKPPD 2012 terhadap LPPD 2011 yang menggunakan desk evaluasi telah dilakukan terhadap 33 provinsi, 365 kabupaten dan 90 kota atas dasar sebagaimana diamanatkan dalan pasal 31 ayat 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2009 dan SE Mendagri Nomor 120/3671ODA Tanggal 20 Juni 2012 perihal tata cara EKPPD 2012 terhadap LPPD 2011.
Tujuan kunjungan lapangan adalah untuk melakukan cek and ricek terhadap data yang disampaikan dalam LPPD apakan sesuai dengan kondisi riil di lapanga. Bukan melakukan investigasi tetapi untuk memperkuat argumentasi terhadap hasil peringkat kinerja daerah atau diperlukan cek opinion yang objektif akuntabel dan adil.

Kemuadian untuk mendengar menjelaskan langsung dari pemerintah daerah terhadap hasil pembangunan serta inovasi-inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan visi misi derah. Mengamati secara langsung kondisi riil di lapangan yang didampingi oleh SKPD terkait. Terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, inovasi daerah termasuk penghargaan yang diterima dari pemerintah dan opini BPK serta status hukum apabila ada.

Mekanisme kamensein adalah presentasi/paparan pejabat daerah terhadap keberhasilan pembangunan daerahdan pencapaian tujuan otonomi daerah yakni kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, daya saing daerah, publik relation, iklin investasi serta inovasi daerah.Merefikasi data dari SKPD terkait berdasarkan instrument yang sudah dipersiapkan.

Kunjungan langsung pengamatan fisik sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, jalan, investasi daerah dan sarana prasarana perkantoran pemerintah daerah.

Ketua tim Kamensen atau peninjau lapangan untuk melakukan perifikasi data hasil efaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah terhadap LPPD 2011.  Anggota tim kemensen dari memerintah pusat yang berasal dari pejabat terkait tim teknis LPPD kementerian dan lembaga dengan sertiap timnya lima orang. Yakni dari Dirjen Otonomi Daerah, kemendagri, BKP, LAN, Kementerian Menpan, BKN, BPS, Bappenas dan keuangan.

Tim LPPD pusat tersebut selanjutnya akan mengunjungi daerah-daerah di 33 provinsi di Indonesia,. Sedangkan khusus Prov Jatim  ada tiga tim LPPD pusat yang akan mengunjungi kabupaten/kota dan merupakan tim yang paling banyak sekitar 30 persen dari anggota. Hal ini dikarenakan daerah yang akan dikunjungi tim merupakan daerah paling banyak di Indonesia .Ketua tim LPPD 2011 pusat yang diketuai oleh Kasminto dari BPKP akan melakukan penilaian ke kabupaten/kota di Jatim akan dibagi menjadi tiga. Tim satu akan melakukan penilaian ke Kabupaten Pamekasan dan Kota Mojokerto. Kemudian tim kedua akan mengunjungi Kabupaten Jombang, Pacitan dan Kota Madiun serta tim ketiga akan mengefaluasi kinerja  Kabupaten Tuban, Tulungagung dan kota Malang.

(jatimprov.go.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar