Senin, 25 Juli 2011

Saudi Arabia, Negara yang Kelebihan Pengemis

Arab Saudi negeri dengan kekayaan melimpah berkat petro dolar itu, kini kelebihan pengemis. Jumlah ril pengemis, menurut para periset, ternyata melampaui angka statistik pemerintah yang cuma 150.000 tersebut. Demikian Arab News memberitakan.


“Jumlah pengemis jauh lebih tinggi dari angka statistik. Lebih dari 87 persen pengemis itu adalah orang asing yang dari negara-negara tentangga di selatan dan utara," salah seorang peneliti yang tak mau disebutkan namanya, menjelaskan.

Dijelaskannya walau polisi dan penjaga perbatasan siaga 24 jam, mereka tak sanggup menghempangnya pengemis asing yang sengaja datang ke Saudi menjelang bulan Ramadhan dan Haji ini.

Pengemis kini dengan muda dijumpai sepanjang jalan kota Jeddah, khususnya di lampu stopan lalu litas, serta dekat mal dan pusat hiburan.

Umumnya pengemis masuk tak hanya orang tua dan anak-anak, tapi pengemis remaja yang kekar-kekar dan masih cukup kuat untuk bekerja pun ikut-ikutan datang ke Saudi.

Yang hebatnya kegiatan mengemis dilakukan tanpa jeda, 24 jam sehari, siang malam. Bahkan pengemis wanita dan anak-anak kuat begadang mengemis sampai larut malam.

Para pengemis ini tak kesusahan tempat tinggal. Urusan tidur, mandi, dan buang air besar, mereka lakukan di masjid. Para pengurus masjid semula membiarkan saja, tapi setelah ada edaran dari Mentri urusan Islam agar para imam membantu negara mengurangi pengemis impor ini.

Warga Saudi sendiri sudah mulai terusik oleh kehadiran pengemis impor ini.
Warga Jeddah terusik, karena para pengemis itu sekarang berani menyerbu rumah mereka. “Pengemis tidak malu-malu mengetuk rumah kami, khususnya pada sore hari, minta duit. Ini masalah serius dan berdampak pada keamanan," ujar seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.

Warga Arab Saudi kini mulai marah kepada pejabat pemerintah yang tak becus memerangi pengemis ini.

Mereka menuduh pejabat dan petugas lamban dan malas mengambil tindakan ketika diinfokan tentang pengemis. “Kami diminta memberitahukan kalau melihat pengemis, tapi ketika kami menilpon memberi laporan, tak ada peetugas yang datang," ujar warga lainnya.

Di Saudi Arabia ada delapan lembaga yang mengurusi pengemis datangan ini.

Rakyat sudah mulai marah, dan minta Menteri Sosial membubarkan saja badan itu, daripada ngabis-ngabisin duit. Kalau mau tetap dipertahankan, warga minta kantor ini ditangani serius dengan mempekerjakan petugas yang serius dan mau menjalankan tugasnya.

Hebatnya para pengemis ini, walau ditangkap dan berkali-kali dideportasi, mereka kembali ke Saudi dan meneruskan profesinya.

Peneliti dari kalangan akademis itu yakin program anti ngemis yang dilancarkan sekarang tidak berhasil. Soalnya sulit untuk meredam rasa simpati orang untuk memberi sedekah kepada pengemis tersebut.

Peneliti malah mengingatkan tentang masalah bahaya yang ditimbulkan para pengemis.
Kini sedang diarahkan orang yang mau memberi sedekah menyetorkan ke suatu badan pemerintah yang akan mendistribusikannya ke orang miskin.(trawang.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar